Kepariwisataan & Kebudayaan Manado

( Materi Informasi, Publikasi, Dan Presentasi )

A. KEPARIWISATAAN

I. Sumber Daya Pariwisata Kota Manado

Sumber daya pariwisata yang menjadi modal dasar bagi pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Manado, adalah :

1. Sumber Daya Alam Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, berupa :

  • Letak Geografi yang sangat strategis karena berbatasan dengan Negara Philipina dan menghadap ke Asia Timur dan Pacifik;
  • Memiliki Wilayah Kepulauan, yakni pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen dimana ketiga pulau tersebut terdapat taman laut dengan nama Taman Laut Bunaken yang telah terkenal didunia;
  • Lautnya sangat potensial dimana terdapat sekitar 2.000 jenis ikan seperti jenis ikan raja laut atau Coelacanth;
  • Flora dan Fauna yang terdiri dari binatang piaraan dan binatang buas serta tanaman yang khas (aneh);
  • Terdapat 5 (lima) Sungai yang cukup besar melintasi wilayah Kota Manado dan bermuara di pantai Teluk Manado;
  • Adanya Hutan lindung dan Hutan mangrove;
  • Bentang Alamnya, yakni bentuk tanah yang datar serta lembah dan pemandangan nan indah;
  • Iklimnya bercuaca cerah dan banyak sinar matahari panas namun terasa sejuk.

2. Sumber Daya Hasil Karya Manusia, berupa :

  • Adanya hasil-hasil rekayasa sumber daya alam;
  • Adanya lingkungan dan penataan perkotaan yang baik;
  • Adanya keanekaragaman seni budaya dan tata cara hidup masyarakat yang unik;
  • Adanya nilai-nilai sosial kehidupan masyarakat dengan semboyan “Sitou Timou Tumou Tou” (Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Manusia)  dan “Torang Samua Basudara” (Kita Semua Bersaudara);
  • Adanya warisan sejarah dan kepurbakalaan.

3. Sumber Daya Manusia, berupa :

  • Adanya kesiapan masyarakat dalam menerima pembangunan dan pengembangan pariwisata;
  • Adanya kompetensi masyarakat dalam bidang pariwisata yang berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku;
  • Adanya komitmen masyarakat dalam pembangunan khususya pembangunan dan pengembangan pariwisata;
  • Adanya peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan pariwisasata,-

II.   Penyelenggaraan Kepariwisataan Kota Manado

Penyelenggaraan kepariwisataan dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Manado, yakni :

1. Pengembangan Produk Pariwisata, berupa :

1.1. Industri Pariwisata, terdiri dari :

  • Akomodasi, yakni hotel berbintang, hotel melati, resort wisata, penginapan, dan pondok wisata (cottage).
  • Penyediaan Makanan dan Minuman, yakni restoran, rumah makan (cafe, coffe shop, dan kantin kafetaria) bar, pusat jajan (food court), dan bakery.
  • Jasa Pariwisata, yakni biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, jasa pramuwisata, jasa penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), dan jasa impresariat.
  • Rekreasi dan Hiburan, yakni klab malam, diskotik, musik hidup, karaoke, mandi uap, griya pijat (panti pijat), SPA (sante par aqua), bioskop, bola gelinding (bowling), bola sosok (billiard), permainan ketangkasan, pusat olah raga dan kebugaran, padang golf, pangkas rambut, gelanggang renang, taman rekreasi, taman margasatwa, pagelaran kesenian, pertunjukan temporer, dan kawasan pariwisata.

2. Atraksi Pariwisata, berupa :

2.1. Atraksi Alam, terdiri dari

Kepulauan

Kota Manado mempunyai 3 (tiga) wilayah pulau yang berpenghuni, yaitu pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen. Luas dan panjang garis pantai dari masing-masing pulau tersebut, yakni pulau Manado Tua luasnya 1.028, 27 hektar dengan garis pantai 12.174 meter, pulau Bunaken luasnya 804, 56 hektar dengan garis pantai 17.079 meter, dan pulau Siladen luasnya 49,48 hektar dengan garis pantai 2,928 meter. Ketiga pulau tersebut memiliki taman laut yang sudah terkenal didunia dengan kekayaan alamnya dan keindahan kehidupan di bawah laut disertai flora dan fauna khas dan bervariasi.

Laut

Perairan laut Kota Manado kaya dengan habitat mangrove, padang lamun, dan terumbu karang sebagai tempat hunian berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut juga biota laut lainnya yang dihuni oleh beraneka macam ikan yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 jenis, seperti jenis ikan napoleon dan jenis ikan purba yaitu ikan raja laut (coellacanth).

Flora Dan Fauna

Wilayah Kota Manado khususnya di daerah dataran tinggi sekitar 100 s/d 500 m, ditumbuhi tanaman kelapa, bambu, mangga hutan, pandan hutan, woka hutan, lengkuas hutan, kayu sirih, tagalolo, kayu kambing, dan semak alang-alang. Jenis tumbuhan pohon palma, pohon sagu, pohon silar, bunga-bungaan, umbi-umbian, dan rumput-rumputan banyak terdapat di daerah dataran rendah. Dunia binatang terdiri dari hewan piaraan, seperti anjing, babi, kambing, ayam, bebek, dan jenis unggas lainnya. Sedangkan hewan liar, seperti ular patola, yaki (kera hitam), kuskus, soa-soa, burung hantu, burung elang tikus, burung kowak-kowak, dan berbagai jenis burung lainnya serta aneka serangga dan kelelawar banyak terdapat di daerah dataran tinggi dan daerah kepulauan.

Sungai

Dari wilayah pegunungan Kota Manado mengalir 5 (lima) sungai yang cukup besar melintasi dataran rendah dan bermuara di teluk Manado, yaitu sungai Tondano, sungai Tikala, sungai Bailang, sungai Sario, dan sungai Malalayang.

Hutan

Hutan di Kota Manado terdiri dari hutan lindung yang terdapat di puncak gunung Tumpa dan puncak gunung pulau Manado Tua yang berfungsi sebagai pensuplai air bagi penduduk serta sebagai penyangga dari kemungkinan meluasnya daerah kritis dan menjaga kelestarian Taman Laut Bunaken. Hutan mangrove terdapat di daerah pantai Molas, pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen sebagai ekosistem pesisir yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan hidup berbagai biota laut.

Bentang Alam

Keadaan alam wilayah Kota Manado, yaitu morfologi pedataran kemiringan lereng 0-5% menempati daerah pantai dan muara sungai, ketinggian antara 0-25 m di atas permukaan laut. Lebar dataran dari sekitar 10 m hingga 2.500 m dari garis pantai ke arah daratan. Morfologi perbukitan bergelombang, kemiringan lereng berkisar 5-15 %, dibeberapa tempat > 30 % ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut mengisi pantai belakang. Morfologi perbukitan terjal, kemiringan lereng antara 15-70 % hingga lebih dari 70 %, ketinggian berkisar 0-1.500 m di atas permukaan laut.

Iklim

Kota Manado memiliki musim penghujan dan musim kemarau dengan banyak cahaya matahari disertai tiupan angin yang sepai-sepoi serta hawa yang sejuk. Pada bulan oktober hingga bulan maret tahun berikutnya merupakan musim penghujan. Sedangkan musim kemarau mulai bulan april hingga bulan september. Suhu udara pada musim dingin mencapai 30° c dan pada musim panas mencapai 32°c. Curah hujan mencapai 2.669 mm dengan perhitungan curah hujan rata-rata satu hari mencapai 16.475 mm. Keadaan angin dipengaruhi oleh angin muson sehingga tergolong beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 22,5 s/d 30°c pada bulan nopember, desember sampai bulan april yang merupakan bulan basah dengan bertiup angin barat yang kering sehingga pantai Manado bergelombang. Pada bulan mei sampai oktober bertiup angin dari arah selatan dan tenggara. Pada pagi hari matahari selalu memancarkan panorama sunrise dan panorama sunset di sore hari. Sedangkan pada malam hari, ketika saatnya tiba, langit senantiasa diterangi oleh cahaya bulan purnama dikelilingi cahaya bintang bertaburan.

3. Atraksi Seni Budaya, berupa :

3.1. Seni Musik

  • Seni musik, terdiri dari seni suara (lagu) dan seni alat musik (musik instrumentalia). Alat musik (musik instrumentalia), yaitu : Musik kolintang dan musik bambu seng-klarinet (etnis Minahasa); serta musik bambu melulu, musik bia, dan musik oli (etnis Satal).

3.2. Seni suara (lagu)

  • Etnis Minahasa, Etnis Sangihe dan Talaud, dan Etnis Bolaang Mongondouw.

3.3. Seni Tari

  • Etnis Minahasa, antara lain tari maengket, mahamba Bantik, cakalele, kabasaran, dan tari kreasi baru seperti tari jajar (pergaulan), tari tumetenden (cerita rakyat tentang tujuh bidadari), tari lenso (percintaan), dan memetik cengkeh.
  • Etnis Satal, antara lain  tari salo, gunde, bengkok, upase, alabadiri, dan tari kreasi baru seperti tari kakalumpang, madunde, empat wayer, dan toumatiti.
  • Etnis Bolmong, antara lain tari kabela, kalibombang, dan tayok.

3.4. Seni rupa

  • Seni rupa daerah Kota Manado, terdiri dari seni lukis, seni pahat, seni ukir, dan seni anyam-anyaman dimana sangat terkait erat dengan kerajinan tangan rakyat.

4. Atraksi Event, berupa :

4.1. Festival Figura Manado

Sebagai kesenian rakyat, figura berasal dari Bahasa Latin yaitu Figur atau sosok. Figura telah muncul beberapa ratus tahun lalu dijazirah pesisir Teluk Manado. Ditilik dari perjalannya figura merupakan seni budaya yang diadopsi dari Kesenian Yunani Klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari sesorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Kesenian ini dibawa oleh pelaut Spanyol (conquistadores) yang singgah dan tinggal disekitar pelabuhan Teluk Manado. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruk sosok dan watak manusia. Festival Figura Manado oleh masyarakat Kota Manado diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong (tahun) atau minggu terakhir bulan Januari setiap tahun dan dilombakan dengan sajian figur dalam rangkaian cerita berupa komedi atau targedi melalui dioalog ataupun pantomim. Tempat pelaksanaannya di sepanjang jalan Boulevard Manado.

4.2. Festival Pante Manado Dan Manado Expo

Festival Pante Manado Dan Manado Expo diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Manado bekerjasama dengan Usaha Industri Pariwisata Kota Manado dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado pada bulan Juli setiap tahun. Festival Pante Manado Dan Manado Expo merupakan sarana pemasaran dan promosi produk unggulan daerah Kota Manado serta informasi pembangunan daerah Kota Manado, seperti pariwisata, industri, perdagangan, koperasi dan UKM serta peluang investasi; dengan kegiatan, yakni atraksi dan hiburan pariwisata, pameran dagang, aneka lomba dan pertandingan, aneka games, forum bisnis, dan seminar.

4.3. Pemilihan Nyong Dan Nona Manado

Pemilihan Nyong Dan Nona Manado dilaksanakan dalam upaya mencari duta-duta pariwisata Kota Manado yang nantinya akan mempromosikan potensi pariwisata Kota Manado baik didalam negeri maupun luar negeri. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kegiatan Festival Pante Manado dan Manado Expo dalam rangkaian memperingati HUT Kota Manado pada bulan Juli setiap tahun.

4.4. Upacara Adat, yaitu :

Mekiwuka

Atau upacara adat memasuki tahun baru, biasanya disebut Kunci Taong/Buka Taong, yakni permohonan kepada Tuhan agar dibukakan jalan untuk memperoleh banyak berkat dalam menjalani tahun yang baru. Upacara Adat ini, semula berkembang dilingkungan komunitas orang Minahasa dan Borgo, biasanya dirangkaikan dengan  atraksi budaya yang disebut cakaiba/sakaiba/figura (sejenis teater rakyat) dan digelar pada minggu ke empat bulan Januari setiap tahun;

Maramba

Orang Manado menyebutnya, Nae Rumah Baru, yakni upacara peresmian rumah/gedung baru. Upacara adat Maramba ini, berkembang dari komunitas orang Minahasa;

Pengucapan Syukur

Dulu dikenal dengan Makamberu / Maowey Kamberu di kalangan orang Minahasa, yakni upacara syukur atas panen padi baru. Di lingkungan orang Manado, upacara adat ini telah berkembang menjadi pesta pengucapan syukur, sebagai bagian dari upacara keagamaan di kalangan umat kristiani;

Tulude

Tulude atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue “tamo”, dan dirangkaikan dengan atraksi budaya seperti pertunjukan tari gunde, tari alabadiri, masamper, dan ampawayer. Upacara adat ini berkembang di lingkungan orang Sangihe dan Talaud di Manado dan biasa digelar pada tanggal 31 Januari setiap tahun.

Toa Pe Kong

Sebagai bagian dari upacara agama Kong Futsu, yang berkembang di kalangan orang Cina yang biasa digelar pada bulan Pebruari setiap tahun.

4.5. Peristiwa Khusus, yaitu :

-         Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado

Pada bulan Juli setiap tahun, Pemerintah dan masyarakat Kota Manado memperingati HUT Kota Manado. Kegiatan memperingati HUT Kota Manado, meliputi Kesenian, yaitu lomba koor antar Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Manado dan pesta rakyat; Olah Raga, yaitu pertandingan beberapa cabang olah raga antar Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Manado; Event, yaitu Festival Pante Manado Dan Manado Expo, Pemilihan Nyong dan Nona Manado, Upacara bendera, dan Sidang Pleno Istimewa DPRD Kota Manado; juga dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul dan pembuatan gapura-gapura diseluruh wilayah Kota Manado. Disamping itu beberapa kelompok masyarakat serta perusahaan  swasta Kota Manado menggelar berbagai pertandingan, lomba, kontes dan kegiatan serupa secara spontan guna memeriahkan HUT Kota Manado;

-         Bulan Kemerdekaan RI

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia termasuk masyarakat Kota Manado, karena pada bulan ini tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan Proklamsi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap tahun pemerintah dan masyarakat Kota Manado memperingati hari kemerdekaan dengan berbagai bentuk kegiatan, antara lain pertandingan, lomba-lomba seperti panjat pinang dan pesta rakyat . Diseluruh wilayah Kota Manado dihiasi bendera Merah Putih yakni Bendera kebangsaan RI, Umbul-umbul warna-warni, spanduk-spanduk berslogan, gapura-gapura serta pemasangan lampu hias. Semuanya itu menambah semarak dan memperindah Kota Manado disamping merupakan suatu pernyataan ungkapan persatuan dan kesatuan serta wujud semangat dan rasa patriotik dalam konsep ’Torang Samua Basudara Kong Baku-Baku Bae’.

-         Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara

Pada bulan September setiap tahun, Pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara, antara lain upacara bendera, pameran pembangunan, festival bunaken dan north sulawesi expo termasuk karnaval budaya, seni dan olah raga, dan lain-lain.

5. Kawasan Destinasi Pariwisata, Yakni :

5.1. Kawasan laut.

5.2. Kawasan perkampungan.

5.3. Kawasan  Boulevard dan kawasan Lainnya sebagai pusat gaya hidup.

5.4. Kawasan Kuliner sebagai bagian dari urban kontemporer.

5.5. Kawasan Taman Dan Ornamen Kota (Nilai-Nilai Otentik Kota) berbasis budaya.

5.6. Kawasan Pecinan (China Town).

5.7. Kawasan pelabuhan Manado.

5.8. Kawasan Pasar Tradisional.

5.9. Kawasan Pusat Perbelanjaan Modern.

5.10. Kawasan Situs Sejarah dan Kepurbakalaan.-

6. Wisata Unggulan Kota Manado, yakni :

6.1. Natural Amenities (Kenikmatan Alam) :

6.1.1. Iklim (Cuaca yang cerah dan sejuk, Banyak cahaya matahari – Sunrise dan Sunset, termasuk Purnama Bulan).

6.1.2. Hutan Lindung dan Hutan Mangrove, termasuk Padang Lamun.

6.1.3. Fauna dan Flora (Dunia binatang liar / piaraan dan Tumbuhan/Tanaman).

6.2. Hasil Ciptaan Manusia :

6.2.1. Benda-Benda Bersejarah, yakni monumen dan sisa-sisa peradaban masa lampau; Kebudayaan, yakni museum, kesenian rakyat, acara dan upacara  tradisional, pameran, festival, dan art galerry; dan Keagamaan, yakni rumah-rumah ibadah dan tempat ziarah.

6.3. Wisata Alam Dan Lingkungan :

6.3.1. Pulau Bunaken (Taman Laut Bunaken).

6.3.2. Pulau Siladen.

6.3.3. Gunung Manado Tua.

6.3.4. Gunung Tumpa.

6.3.5. Air Terjun Kima Atas.

6.3.6. Pantai Teluk Manado (Malalayang s/d Molas).

6.3.7. Pantai Malalayang Dua.

6.4. Wisata Bahari :

6.4.1. Laut Pulau Bunaken (Taman Laut Bunaken).

6.4.2. Laut Pulau Manado Tua.

6.4.3. Laut Pulau Siladen.

6.4.4. Laut Teluk Manado.

6.5. Wisata Budaya :

6.5.1. Seni Musik.

6.5.2. Seni Suara.

6.5.3. Seni Tari.

6.5.4. Seni Rupa.

6.6. Wisata Sejarah :

6.6.1. Museum Negeri Manado.

6.6.2. Goa Jepang, Veld Box Belanda, Kuburan Belanda dan Kuburan Jepang serta Monumen Perang Dunia Ke-II.

6.7. Wisata Bisnis :

6.7.1. Kawasan Business On Boulevard (BOB).

6.8. Wisata Belanja :

6.8.1. Pusat Perbelanjaan Modern : Kawasan Business On Boulevard (BOB).

6.8.2. Pasar Tradisional : Pasar 45, Pasar Bersehati, Pasar Orde Baru, Pasar 66 Bahu, Pasar Pinasungkulan, dan Pasar Tuminting.

6.9. Wisata Minat Khusus :

6.9.1. Kuliner – Jl. Wakeke, Jl. Wayang, Jl. Roda, dan Wanea Plaza.

6.9.2. MICE.

6.9.3. Kontemplatif termasuk Nostalgia.

6.9.4. Olah Raga – Bridge dan Terjun Payung.

7. Transportasi Di Kota Manado, yakni :

7.1. Transportasi Udara

Kota Manado melalui bandar udaranya, Sam Ratulangi terhubung dengan beberapa kota besar lain di Indonesia seperti, Jakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan. Selain itu bandara ini juga mempunyai penerbangan langsung dari dan ke luar negeri yaitu Singapura, Manila, Kuala Lumpur dan Davao, Filipina. Bandara yang mengalami renovasi di tahun 2001 ini merupakan salah satu dari 11 pintu gerbang utama pariwisata di Indonesia. Panjang landas pacu sepanjang 2650 m dan lebar 45 m, bandara ini sanggup untuk didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 777-200 dan Airbus A330. Terminal penumpangnya memiliki fasilitas penunjang berstandar internasional dan dilengkapi dengan empat buah garbarata.

7.2. Transportasi Laut

Dermaga (Pelabuhan) Manado umumnya dilayani oleh kapal-kapal berukuran kecil. Hal ini dikarenakan lokasi perairan Manado yang berdekatan dengan lokasi Taman Laut Bunaken yang dilindungi dan juga perairan yang cukup dangkal. Pada umumnya, kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Manado adalah kapal dengan tujuan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud serta Ternate. Speed boat dari dan menuju Bunaken umumnya berlabuh di dermaga ini.

7.3. Transportasi Darat

Sistem transportasi darat Kota Manado dilayani oleh Oplet, yakni angkutan kota yang biasa disebut Mikrolet dan Taksi Argo juga Ojek serta Bendi sebagai angkutan tradisional. Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh mikrolet yang menghubungkan beberapa terminal bus dalam maupun luar kota dengan pusat kota Manado. Mikrolet umumnya beroperasi hingga pukul 22.00 wita (hari kerja) atau pukul 00.00 wita (akhir pekan).Mikrolet di Manado sudah di modifikasi dan di lengkapi dengan sound system yang lengkap ada juga yang menaruh layar LCD bahkan tidak tanggung-tanggung untuk memodifikasi bagian interior mobil, ini untuk memenuhi tingkat kenyamanan penumpang. Taksi Argo umumnya melayani rute-rute ke luar kota serta rute Bandara Sam Ratulangi.

8. Penyediaan sarana dan prasarana kota, yakni :

8.1. Jalan Raya : Pelebaran jalan dari Paal 2 menuju ke Bandara Sam Ratulangi Mapanget, pengembangan jalan Boulevard II, pembangunan jalan Ring Road II termasuk pembangunan jembatan Soekarno dan jembatan Megawati juga jalur pejalan kaki (pedestrian path) di sepanjang kawasan Boulevard.

8.2. Bandara, Pelabuhan Laut dan Terminal Darat : Pelebaran landasan pacu dan perluasan apron Bandara Sam Ratulangi Mapanget, pembangunan pelabuhan wisata di areal kali mas Calaca, dan pembangunan dermaga Water Front City (Jetty) dari Malalayang sampai Tuminting termasuk penyiapan water bus dan water taxi. Terminal darat seperti Terminak Pasar 45, Terminal Paal 2, Terminal Karombasan, dan Terminal Malalayang ditata serta dilengkapi dengan fasilitas dan sarana yang baik.

8.3. Listrik : Penambahan tenaga listrik untuk kebutuhan perhotelan, restoran dan rumah makan serta berbagai tempat hiburan termasuk penerangan jalan dan lain-lain (tenaga listrik yang diharapkan sebesar 80 megawatt).

8.4. Telekomunikasi, yang tersedia saat ini 4 provider untuk itu PT. Telkom Manado sedang berupaya melakukan  perluasan jaringan serta penambahan sambungan emergency. Begitu juga dengan akses internet yang saat ini tersedia 5 provider dan sementara diupayakan perluasan jaringan.

8.5. Air Bersih dimana PT. Air Manado bekerjasama dengan WMD (Belanda) sedang berusaha meningkatkan penyediaan air bersih sebanyak Rp.7,5 Bi.

9. Pemeliharaan kelestarian dan mutu lingkungan hidup

9.1. Penegasan kembali jam dan waktu membuang sampah dari rumah / pemukiman ke tempat pembuangan sementara (mulai pukul 18.00 s/d 06.00).

9.2. Penanaman pepohonan dan bunga-bungaan diseluruh wilayah Kota Manado.

9.3. Penanganan sampah terpadu antara kota dan kecamatan; Pembersihan bantaran sungai diseluruh wilayah Kota Manado.

9.4. Penyediaan fasilitas publik, berupa WC umum, kendaraan pengangkut sampah, penampungan sampah, dan fasilitas pengolahan sampah (daur ulang).

9.5. Penanganan seluruh kawasan rawan penyakit agar memenuhi standar sanitasi lingkungan.

10. Pemasaran Destinasi Pariwisata Kota Manado

Pemasaran destinasi pariwisata Kota Manado dilakukan melalui kegiatan :

10.1. Pengadaan website pariwisata Kota Manado dalam bahasa Inggris.

10.2. Pengadaan Pusat Informasi Kota Manado di Bandara Sam Ratulangi, TKB, dan Kantor Walikota Manado.

10.3. Pengadaan Pusat Informasi Pariwisata (Tourist Information Center) di bandara Sam Ratulangi, hotel, dan daerah pariwisata.

10.4. Pengembangan jaringan distribusi pemasaran didalam dan laur negeri.

10.5. Pengembangan promosi dan komunikasi terdiri dari kegiatan kehumasan, publikasi, penjualan secara personal, promosi penjualan, pemasaran langsung, pameran dan forum bisnis, sponsor, periklanan, serta pemasaran elektronik.

11. Sumber – Sumber Pendapatan Bidang Pariwisata Kota Manado

11.1. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Manado, yakni :

-         Retribusi Izin Usaha Rumah Makan.

-         Retribusi Izin Usaha Restoran.

-         Retribusi Izin Usaha Hotel Melati.

-         Retribusi Izin Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum.

-         Retribusi Izin Usaha Jasa Pariwisata.

11.2. Pendapatan Yang Dipungut Melalui Dinas Pendapatan Kota Manado, yakni :

-         Pajak Hotel Dan Restoran.

-         Pajak Hiburan.

11.3. Pendapatan Dari Kegiatan Kepariwisataan Kota Manado, yakni :

-         Pendapatan Yang Langsung Diterima Oleh Masyarakat, seperti :

a. Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Rumus : Jumlah Wisman X Lama Tinggal X Belanja Perhari = Jumlah Rupiah Pertahun).

b. Kunjungan Wisatawan Nuasantara (Rumus : Jumlah Wisman X Lama Tinggal X Belanja Perhari = Jumlah Rupiah Pertahun).

-         Pendapatan Lain-Lain :

a. Prosentasi dari DPTNB sebesar 3,75 % dari Rp.1 Milyard Pertahun (Sesuai dengan Peraturan Gubernur Sulut).

Catatan : DPTNB dibentuk berdasarkan SK Gubernur Sulut No. 233 Tahun 2000 Tanggal 12 Desember 2000.

b. Sewa-menyewa.

c. Rekomendasi dan lain-lain.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Manado, adalah sebesar Rp. ……………………….. Untuk Tahun ……………………

12. Jasa – Jasa Terkait

Jasa-jasa lain yang terkait dengan penyelenggaraan kepariwisataan Kota Manado, yaitu transportasi, telekomunikasi, perdagangan, perindustrian, pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan dan pemukiman, jasa keuangan, perbankan, asuransi, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, kesehatan, perlindungan hukum, keamanan, ketenteraman dan ketertiban.

III. Izin Usaha  (Retribusi) Bidang Pariwisata Kota Manado

Dalam rangka penanganan urusan dan penyelenggaraan kepariwisataan  Kota Manado, diperlukan adanya standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur sebagai acuan bagi pemerintah, pelayanan kepada masyarakat dan kegiatan pembangunan.

Pembangunan kepariwisataan daerah Kota Manado diarahkan lebih kepada pemberdayaan daerah serta diwujudkan secara nyata dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat antara lain melalui pemberian Izin Usaha (Retribusi).

Adapun fungsi izin usaha berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Nomor : KEP-012/MKP/IV/2001 Tentang Pedoman Umum Perizinan Usaha Pariwisata, adalah sebagai berikut :

Fungsi izin usaha dapat dilihat dari 2 (dua) kepentingan, yaitu :

1. Bagi dunia usaha :

a.Sebagai dasar bukti keabsahan untuk menjalankan usaha.

b.Profesionalisme usaha dan peningkatan pelayanan.

c.Meningkatkan citra produk wisata.

d.Dipenuhinya ketentuan hukum yang berlaku dalam pengusahaan sehingga terwujud kepastian hukum.

2. Bagi pemerintah daerah :

a.Sebagai sarana untuk pengawasan dan pengendalian.

b.Pengaturan lokasi usaha (tata ruang) agar tidak melampaui daya dukung dan perubahan fungsi peruntukkannya.

c.Menjamin terselenggaranya kegiatan yang berkesinambungan dan keselamatan operasional usaha pariwisata.

d.Memperhatikan perlindungan atas kepentingan umum / konsumen.

Penataan dan pengaturan berbagai ketentuan izin usaha  atau peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan kepariwisataan Kota Manado, telah sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang ini.

IV. Pembinaan Dan Pengawasan

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Manado, senantiasa melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan kepariwisataan Kota Manado.

Pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Kota Manado di Bidang Pariwisata, diancam dengan pidana kurungan dan denda.

Selain sangsi pidana, juga dikenakan sangsi administrative berupa : teguran lisan dan panggilan, teguran tertulis, penghentian atau penutupan penyelenggaraan usaha, dan pencabutan izin usaha.

V. Peluang Investasi Bidang Pariwisata Kota Manado

Potensi pariwisata  Kota Manado  yang  dapat dikembangkan menjadi peluang   invetasi adalah sebagai berikut :

1.     Produk Pariwisata Potensial Dan Penyebarannya

a.Kota Manado memiliki karakter kota yang kompak dan obyek wisata yang tersebar di dalamnya berada pada jangkauan walking and cycling distance. Bila berada di pulau maka dapat dijangkau dalam waktu yang singkat. Kedua fixed environment (lingkungan fisik alamiah) yang menentukan karakter Kota Manado di dominasi oleh air (laut dan sungai).

b.Lingkungan permanen / fisik alamiah Kota Manado di dominasi oleh air (laut dan sungai) dan pada wilayah tertentu ditemukan perbukitan.

c.Fasilitas publik di Kota Manado, seperti restoran dan rumah makan, hatel bintang dan melati, komunikasi, mall, angkutan, dll dengan pelayanan yang representatif.

d.Pusat rekreasi dan entertainment di Kota Manado bersifat generik dan cenderung  indoors.

2.     Spektrum Inventory Kota

a.     Pariwisata Alam, seperti lingkungan laut, gunung dan sungai.

b.     Pariwisata Budaya.

c.      Man – Made Tourism, termasuk MICE.

d.     Gastronomy dan Kuliner.

e.     Contemplate Tourism, termasuk nostalgia tourism.

3.     Urban Heritages

a.Jaminan kontinuitas produk, beberapa produk di kelola oleh masyarakat secara sukarela.

b.Revitalisasi Kawasan, pengembangan kawasan baru Boulevard telah memindahkan area interaksi dan membuat kawasan pusat kota menjadi daerah belakang dengan terjadinya degradasi lingkungan pusat kota lama.

c.Identitas Kota, hampir seluruh produk pariwisata membutuhkan revitalisasi dan regenerasi.

* Jenis  Produk Pariwisata Potensial

- Urban Exotic Untuk Pengembangan Kawasan Laut

  • Taman Laut Bunaken, lokasi pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen.
  • Pantai Pasir Putih Pulau Siladen dan Pembuatan Istana Pasir, lokasi pulau Siladen.
  • Hutan Lindung Pulau Manado Tua, lokasi pulau Manado Tua.
  • Taman Laut Alternatif, lokasi Pantai Malalayang sampai Boulevard.
  • Healing Beach, lokasi Pantai Malalayang Dua.
  • Sunbathing dan Volley Pantai, lokasi pulau Siladen.
  • Cruise : Manado Exclusive, yakni pesisir pantai Teluk Manado, pulau Bunaken, Siladen, dan Manado Tua. Sedangkan Manado Beyond, yaitu Manado exclusive ditambah daerah sekitar Kota Bitung, Ternate, Ambon, Palopo, dll.

- Urban Retreat Untuk Kawasan Perkampungan

  • Contemplative Tourism, lokasi Gunung Tumpa, Kelurahan Meras dan Tongkaina.
  • Mambre Green Hills, lokasi Kelurahan Meras.
  • Air Terjun Kima Atas, lokasi Kelurahan Kima Atas.
  • Cultural Village, lokasi Kelurahan Bengkol, Tongkaina, dan Perkampungan Anak Suku Bantik.
  • Arboretum, lokasi Kecamatan Mapanget dan Bunaken.

- Urban Contemporer (Kawasan Pusat Gaya Hidup)

  • Pantai Malalayang, lokasi Kelurahan Malalayang Dua.
  • Menonton dan Memberi Makan Burung, lokasi Pantai Boulevard.
  • Menyaksikan Perubahan Formasi Awan, lokasi Pantai Boulevard dan Pantai Malalayang.
  • Sportainment (Sport & Entertainment), yakni Sailing & Angling/Fishing, lokasi pantai Boulevard; Waterskiing, lokasi pantai Boulevard dan pantai Malalayang; Jetskiing, lokasi pantai Boulevard dan pantai Malalayang; Canoeing dan termasuk Mini Boat Competition & River Cruise, lokasi sepanjang Sungai Tondano; Bowling dan Futsal, lokasi BOB (Busines on Boulevard); Pusat Pelatihan Bridge, lokasi Kecamatan Sario dan Boulevard; Cycling/Walking, lokasi Boulevard, Malalayang dan dataran Kecamatan Bunaken; Swimming, lokasi pantai Boulevard dan pantai Malalayang; serta Jet Ski, Ski, dan Yacht, lokasi pantai Boulevard dan pantai Malalayang.
  • Children Play, lokasi Kawasan BOB.
  • Kuliner, lokasi Kawasan BOB, Wanea Plaza, Jl. Wakeke, dan Jl. Roda.
  • MICE, lokasi MCC, KONI Sario, dan Kayuwatu Expo.
  • Lapangan Golf, lokasi Kayuwatu.
  • Pusat Kegiatan Remaja dan Pemuda, lokasi Gelanggang Olah Raga W.R. Mongisidi Sario.
  • Kapel Terapung, lokasi pantai Boulevard dan pantai Malalayang serta pantai di Kecamatan Bunaken.
  • Taman Sparta Tikala, lokasi Lapangan Sparta Tikala.
  • Water Boom, lokasi Citra Land Winangun.

- Nilai-Nilai Otentik Kota (Pariwisata Berbasis Budaya)

  • Klenteng Ban Hin Kiong.
  • Museum Provinsi Sulawesi Utara.
  • Museum Perjuangan TNI AD.
  • Tugu dan Ornamen Kota.
  • Cerita Legenda.
  • Balai, Badan, Sanggar, dan Teater Seni Budaya.
  • Kerajinan Rakyat.
  • Atraksi Budaya.
  • Festival.
  • Dll.

Elemen-elemen dalam rancang kota merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi suatu komoditi wisata dalam Kota Manado.

Beberapa elemen Kota Manado yang mampu memberikan kesan tempat adalah gate atau pintu masuk kawasan yang bertema waterfront, penataan kawasan tepian air, taman-taman kota dan jalur hijau.

Tempat sebagai artefak budaya, serta pengalaman batin, dan visualisasi yang di akibatkan oleh interaksi antara budaya dan bentang alam eksisting.

B. KEBUDAYAAN KOTA MANADO

I. Budaya Masyarakat Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Manado

Kota Manado adalah kota terbesar di Provinsi Sulawesi Utara yang juga merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Masyarakat Manado dikenal ramah dan terbuka bagi siapa saja yang ditemuinya. Si Tou Timou Tumou Tou yang berarti  “Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Manusia Lain” merupakan semboyan Kota Manado yang menjadi falsafah hidup masyarakatnya. Dalam ungkapan bahasa Manado, seringkali semboyan itu dikatakan “Baku Beking Pande”.

Masyarakat Manado terdiri dari bermacam-macam suku, etnis, bahasa, dan agama sehingga disebut masyarakat multietnik atau multikultur. Artinya setiap kelompok etnik selalu terdapat mosaik budaya yang masih hidup dan berkembang di lingkungannya.

Masyarakat Kota Manado yang agamis dan memiliki aturan serta berbagai ciri warisan budaya khas dan nilai-nilai tradisional yang masih tetap dipertahankan dan merupakan potensi yang sangat besar bagi pembangunan dan pengembangan pariwisata daerah Kota Manado.

Kampung-kampung tradisional serta tempat hidup dan tinggalnya masyarakat tradisional Kota Manado, juga merupakan daya tarik wisata yang tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.

Perkampungan tradisional dengan budaya tradisonal di Kota Manado memperkaya keragaman daya tarik wisata Kota Manado, dimana kondisi ini dapat dilihat pada beberapa bentuk dan jenis seni budaya daerah yang masih terpelihara di kelompok-kelompok etnik tertentu, antara lain :

1. Upacara Adat

  • Mekiwuka : Berkembang dilingkungan komunitas orang Minahasa dan Borgo dengan atraksi budaya yang disebut Figura.
  • Maramba atau nae rumah baru, yakni upacara peresmian rumah/gedung baru yang berkembang dari komunitas orang Minahasa.
  • Makamberu atau pengucapan syukur di kalangan orang Minahasa yang dahulunya  sebagai upacara syukur atas panen padi baru dan dilingkungan orang Manado telah berkembang menjadi pesta pengucapan syukur sebagai bagian dari upacara keagamaan umat Kristiani.
  • Tulude atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue Tamo dan dirangkaikan dengan atraksi budaya tari gunde, alabadiri, masamper dan ampawayer dimana budaya ini berkembang dilingkungan orang Sangihe Talaud di Manado.
  • Atraksi Budaya Toa Pe Kong atau Cap Go Meh sebagai bagian dari upacara agama Kong Futsu yang berkembang dikalangan orang Cina Manado.

2. Cerita Rakyat Manado

  • Batu Sumanti di Tikala Ares.
  • Parigi Puteri di Dendengan Dalam.
  • Parigi Tujuh di Singkil.
  • Kaboter di Lawangirung.
  • Mahakeret, dan Bumi Beringin.
  • Batu Kuangang dan Batu Buaya di Malalayang Satu Barat.
  • Batu Rana di Malalayang Dua, dan Lima Batu di Malalayang Satu.

3. Permainan Rakyat

Permainan rakyat Manado, yaitu : cengek-cengek, lari leper/kelereng, lari karung, tarik tanah (hadangan), dan wora falinggir.

4. Ungkapan  Tradisional

  • Pakatuan Pakalawiren, Masawa-Sawangan, Maleo-Leosan, dan Matombo-Tombolan dari komunitas orang Minahasa.
  • Somahe Kaei Kehage dan Sansiote Sampate-Pate dari komunitas orang Sangihe Talaud.
  • Motobian, Mototonoban, Mototompiaan dari komunitas orang Bolaang Mongondow.

5. Kesenian

a. Seni Musik

Seni musik terdiri dari seni suara (lagu) dan seni alat musik (musik instrumentalia).

-      Seni suara (lagu), yaitu :

O Ina Ni Keke,  O Minahasa,  Esa Mokan,  Ampuruk,  dan Opo Wana Natase (etnis Minahasa);   O Hapiku,   Di Utara Minahasa,   Dala Pia Bongko,   dan O Mau Ruata (etnis Satal); Kosilig-Silig, Lipu Im Mogoguyang, dan Logantod (etnis Bolmong).

-      Alat musik (musik instrumentalia), yaitu :

Musik kolintang dan musik bambu seng-klarinet (etnis Minahasa); serta musik bambu melulu, musik bia, dan musik oli (etnis Satal).

b. Seni Tari

Seni tari, yaitu :

-     Etnis Minahasa, antara lain tari maengket, mahamba Bantik, cakalele, kabasaran, dan tari kreasi baru seperti tari jajar (pergaulan), tari tumetenden (cerita rakyat tentang tujuh bidadari), tari lenso (percintaan), dan memetik cengkeh .

-     Etnis Satal, antara lain  tari salo, gunde, bengkok, upase, alabadiri, dan tari kreasi baru seperti tari kakalumpang, madunde, empat wayer, dan toumatiti .

-    Etnis Bolmong,  antara lain tari kabela, kalibombang, dan tayok.

c. Seni rupa

Seni rupa daerah Kota Manado, terdiri dari seni lukis, seni pahat, seni ukir, dan seni anyam – anyaman  dimana  sangat terkait  erat  dengan kerajinan tangan rakyat.  Seni rupa, yaitu :

-      Etnis Minahasa, antara lain seni   keramik   dari   tanah   liat,  seni   menganyam   dari rotan, bambu, dan daun pandan, seni pahat patung serta ukir-ukiran juga alat-alat rumah tangga dari batu dan porselin.

-      Etnis Satal,  antara  lain  seni  ukir   kayu  hitam,  seni  tenun  serat  manila,  seni sulaman kerawang, dan seni pahat.

-      Etnis Bolomong, antara lain seni anyaman tikar, bakul,  dan kabela (tempat sirih), pembuatan pingku atau piring dari pelepah rumbia.

6. Makanan Dan Minunan Khas

Makanan khas Manado yang beraneka ragam, baik makanan utama maupun kue, minuman dan es, adalah sebagai berikut :

a. Makanan utama, yakni ayam goreng rica-rica, ayam isi di buluh, ayam tuturuga, ayam woku belanga, babi garo, babi rica, babi sayur leilem, brenebon, cakalang fufu, ikan bakar dabu-dabu lilang, ikan mas woku, ikan mujair woku, ikan nike, kuah asam, pampis, pangi isi di buluh, posana, perkedel jagung, perkedel nike, rica roa, rica rodo, rintek wuuk (RW), saut isi di bulu, sayur daun pepaya, sayur ganemo, sayur leilem, sayur paku isi di bulu, sayur petsai, sayur tumis buncis, sayur tumis kangkung, telor ikan cakalang woku, tikus bumbu RW, tinorangsak, dan tinutuan (bubur Manado).

b. Kategori kue, yakni ambal, apang, apang coe, bagea katu, balapis, biapong (ba, temo, unti), biji-biji (jenewer), binyolos, bobengka, bobengka kakas, brot goreng, brudel, cucur, gula tare’, halua kacang, halua kanari, kacang goyang, klaper taart, kopi-kopi, koyabu, kue kuk, kue susen, kukis daong, kukis lopi, lalampa, nasi jaha, onde-onde, palabutung, panada, pia ba, pisang kukus, spetbuff, dan waji.

c. Kategori minuman, yakni cap tikus (minuman keras berkadar alkohol), kasegaran (minuman keras berkadar alkohol), dan saguer.

d. Kategori es, yakni es cukur kacang, es palubutung, dan es kacang merah.

7. Kearifan Lokal

Kearifan  lokal yang telah membudaya dikalangan masyarakat Kota Manado, yakni : sebelum bekerja diawali dengan doa; setiap perolehan senantiasa disyukuri sebagai berkat Tuhan; isi alam semesta selalu dijaga, dipelihara dan dilestarikan; peristiwa alam senantiasa menjadi petunjuk hidup.

8. Agama Dan Kepercayaan

Setiap peristiwa kelahiran senantiasa dilakukan saranian atau baptisan bagi umat Kristiani dan potong rambut bagi umat Muslim; Upacara perkawinan dengan prosesi sebagai berikut : pertunangan,  melamar,  mengantar    mas  kawin,  tukar cicin,  perkawinan,  dan balas gereja untuk umat Kristiani dan pinangan, penentuan wakil calon pengantin wanita, perkawinan (memberikan mas kawin) didepan penghulu dan pengucapan taklik (ucapan ikrar oleh pengantin pria) untuk umat Muslim; Kematian dilakukan ibadah tiga malam, mingguan, empat puluh hari dan setahun meninggal. Kepercayaan lama  kepada   dewa-dewa   yang menghuni alam sekitar, seperti  : opo Wailan Wangko  atau opo  Empung  Wangko yang artinya Tuhan Allah, opo nenek moyang atau Dotu sebagai leluhur, opo kerabat, opo penghuni gunung, opo penghuni mata air, opo penghuni hutan, opo penghuni bawah tanah, opo penghuni pantai/laut, dan opo hujan.  Disamping itu ada pula kepercayaan pada mahluk halus atau kekuatan gaib dan sakti, seperti mukur (arwah orang meninggal), pontianak (arwah wanita yang meninggal hamil atau melahirkan), pok-pok (sebangsa drakula penghisap darah), panunggu (seperti genderuwo yang menempati pohon besar, goa, batu besar serta rumah tua dan kosong) dan jin (piaraan atau suruhan dukun). Adapula kepercayaan seperti pertanda yakni bunyi binatang, bersin, kelopak mata bergerak, bibir tergigit, batuk tiga kali, berjalan harus dimulai dengan kaki kanan, dll; larangan yakni jika kucing/ular memotong jalan maka harus berhenti sejak bagi yang sedang melakukan perjalanan, wanita hamil harus memakai tutup kepala jika berjalan dimalam hari dan tidak boleh duduk didepan pintu, potong kuku tidak boleh dimalam hari, tiang raja tidak boleh sejajar dengan pertengahan pintu, dll.

9. Rumah

a. Ada yang disebut dengan daseng yakni terbuat dari bahan bambu/kayu dan kecil sebagai tempat mengaso.

b. Sabuah sebagai tempat penginapan di kebun atau tempat lain.

c. Rumah panggung yakni tempat tinggal yang terbuat dari bahan papan.

10. Pakaian

Potongan atau model pakaian dipakai para leluhur dan diwariskan secara turun-temurun. Pada zaman sekarang ini pakaian adat hanya dipakai pada upacara-upacara resmi atau upacara adat. Namun Kota Manado saat ini telah memiliki pakaian khas sendiri dimana bentuk dan potongannya seperti pakaian khas Filipina.

II. Kebudayaan Lama Dan Asli Masyarakat Kota Manado

Kebudayaan lama dan asli yang dibanggakan oleh masyarakat Kota Manado, yaitu :

1. Mapalus

Mapalus adalah bentuk gotong royong tradisional warisan nenek moyang orang Minahasa di Kota Manado yang merupakan suatu sistem prosedur, metode atau tehnik kerja sama untuk kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran. Mapalus muncul atas dasar kesadaran akan adanya kebersamaan, keterbatasan akan kemampuannya baik cara berpikir, berkarya, dan lain sebagainya.

2. Rumah Panggung

Rumah panggung atau wale merupakan tempat kediaman para anggota rumah tangga orang Minahasa di Kota Manado, dimana didalamnya digunakan sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas. Rumah panggung jaman dahulu dimaksudkan untuk menghindari serangan musuh secara mendadak atau serangan binatang buas. Sekalipun keadaan sekarang tidak sama lagi dengan keadaan dahulu, tapi masih banyak penduduk yang membangun rumah panggung berdasarkan konstruksi rumah modern.

3. Pengucapan Syukur

Pada masa lalu pengucapan syukur diadakan untuk menyampaikan doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan para dewa atas berkat yang diberikan sambil menari dan menyanyikan lagu pujian dengan syair yang mengagungkan. Saat ini pengucapan syukur di Kota Manado dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja. Pada hari H tersebut setiap rumah tangga menyiapkan makanan dan kue untuk dimakan oleh anggota rumah tangga, juga dipersiapkan bagi para tamu yang datang berkunjung.

4. Tari Kabasaran

Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti menyambut tamu dan pagelaran seni budaya. Tari ini menirukan perilaku dari para leluhur dan merupakan seni tari perang melawan musuh.

5. Tari Maengket

Tari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa di Kota Manado yang merupakan tari tontonan rakyat. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Saat ini tari maengkat telah berkembang dalam masyarakat membentuk tumpukan-tumpukan dengan kreasi baru.

6. Musik Kolintang

Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar. Pada perkembangan selanjutnya, kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka. Orkes kolintang sebagai produk seni musik tradisional bukan saja sebagai sarana hiburan, akan tetapi juga sebagai media penerapan pendidikan musik yang dimulai dari anak-anak sekolah di Kota Manado.

7. Musik Tiup Bambu

Musik tradisional ini berasal dari kepulauan Sangihe Talaud yang diciptakan oleh seorang petani pada tahun 1700. Pada awalnya musik bambu hanya merupakan alat penghibur bagi masyarakat petani setelah seharian melakukan aktivitas sebagai petani yang biasanya dibunyikan setelah selesai makan malam. Dewasa ini di Kota Manado, musik bambu telah menjadi salah satu jenis musik yang sering digunakan pada acara-acara tertentu agar menjadi lebih semarak dan bergengsi.

8. Musik Bia

Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang / keong sebagai satu tumpukan musik. Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Pengembangan dan penyelenggaraan kebudayaan Kota Manado, yakni meliputi :

1. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang seni budaya.

2. Pelatihan sanggar kesenian.

3. Penelitian, studi, seminar, dan lokakarya seni budaya.

4. Pembentukan dan pembinaan asosiasi pelaku kebudayaan.

5. Festival Figura pada bulan januari setiap tahun.

6. Festival Pante Manado (gelar seni budaya, lomba makanan tradisional, lomba olah raga tradisional, pemilihan nyong dan nona Manado, lomba Manado 10 K, lomba diving, tarik tambang serta konser musik dan shouw artis, dan lain-lain).

7. Atraksi budaya Bantik.

8. Karnaval budaya.

9. Festival masamper, ampa wayer, pato-pato, handicraff, qasidah, bintang vocalia, drum band, lomba pidato, wora falinggir, lomba lukis anak (seni rupa), tiang rampasan/panjat pinang, bendi berhias, dan lomba lampion Paskah.

10. Sosialisasi trophy dan busana khas Manado.

11. Pembentukan dan pembinaan sanggar-sanggar seni budaya.

12. Pembinaan kepada pelaku seni budaya.

13. Pameran dan Expo di dalam dan luar negeri.

14. Road show dan misi kesenian di dalam dan luar negeri.

15. Pemeliharaan situs-situs budaya.

Penyelenggaraan kepariwisataan Kota Manado merupakan kegiatan sistematik yang bersifat multi dimensi, multi sektoral, multi disipliner dan memiliki ranah internasional, termasuk penyelenggaraan kebudayaannya sangat memerlukan dukungan kolektif dari para pelaku pembangunan dan masyarakat luas.

Dengan  demikian pengembangan pariwisata  dan budaya Kota Manado diposisikan  sebagai focus  pembangunan kota jasa yang mampu mengemban  peningkatan  kualitas kesejahteraan  seluruh  warga kotanya melalui kegiatan-kegiatan kepariwisataan dan kebudayaan.  S e m o g a,-

Oleh :

N. Raymond Frans,-

Humas Disparbud Kota Manado