Pasar Tradisional Di Kota Manado

Berdasarkan catatan dalam Jurnal World Development, Indonesia memiliki sektor informal terbesar di Dunia. Sektor informal dilihat dari sisi pelaku yang memiliki karakter berdasarkan suku bangsa merupakan kelompok etnopreneurship, yakni suatu aktivitas perdagangan yang menggambarkan karakter suku bangsa dalam penampilan, ciri khas produk, dan dasar nilai ekonomi.

Aktivitas etnopreneurship contohnya adalah pedagang kaki lima sebagaimana yang banyak terdapat di perkotaan Indonesia. Mereka menamakan dirinya dengan nama asal suku bangsa mereka, seperti soto ayam Madura, soto Makasar, soto Bandung, soto Padang, bubur Manado (Tinutuan) dan lain sebagainya.

Sektor informal adalah sektor yang sebagian besar mengisi pasar tradisional. Atau dapat dikatakan bahwa keberadaan pasar sektor informarlah yang terbesar mengisi pasar tradisional.

Fungsi pasar tradisional, adalah sebagai tempat atau arena dimana pembeli dan penjual bertemu dan terlibat untuk tujuan tukar menukar secara langsung. Dalam fungsi ini diperlukan wilayah atau ruang, pelaku, supply-demand, transaksi, dan harga. Fungsi lainnya, yaitu mempertahankan mekanisme komersialisasi dalam konteks masyarakat lokal. Mekanisme pasar bersifat swakelola dan intervensi.

Keberadaan pasar tradisional, yakni hirarki pasar yang terdiri dari pasar lokal, pasar regional, pasar nasional, dan pasar internasional; geografis, artinya pasar berlokasi di Kota dan Desa atau Pantai/pesisir dan pegunungan; Iklim, seperti tropis (pasar terbuka), sub tropis (pasar tertutup atau terbuka secara berkala); ruang lingkup pasar seperti swasta dan dikelola pemerintah; serta ketersediaan komoditi yaitu jasa dan barang.

Masyarakat ekonomi sekarang tidak bisa dibayangkan tanpa ekonomi, demikian pula juga ekonomi pasar hanya dapat berfungsi dalam suatu masyarakat pasar. Meskipun sebagian besar rumah tangga masyarakat di Kota Manado tergantung pada sektor jasa dan pertanian; namun sektor perdagangan memainkan peranan penting.

Fakta ini bisa disimpulkan dari adanya frekuensi aktifitas perdagangan yang tinggi, khususnya di pasar tradisional yang ada di Kota Manado. Aktivitas pasar tradisional di Kota Manado sudah dimulai sejak jam 03.00 hingga jam 18.00.

Pasar tradisional di Kota Manado, yaitu : Pasar Pinasungkulan Ranotana, Pasar Bersehati Calaca, Pasar Orde Baru Paal 2, Pasar Tuminting, dan Pasar 66 Bahu. Paling banyak pedagang yang jualan di pasar-pasar tersebut berasal dari luar Kota Manado. Mereka memiliki tempat permanen dipasar tersebut, yakni kios untuk menyimpan barang dagangannya dalam kotak-kotak. 

Namun ada juga pedagang yang hanya membawa barang dagangannya ke pasar-pasar tersebut setiap hari karena tidak mampu menyewa kios yang cukup mahal harganya. Secara umum barang dagangan mereka adalah barang yang mudah busuk seperti  keperluan dapur rumah tangga dan buah-buahan.

Para pedagang kecil membeli secara langsung barang dagangannya melalui tukang Tibo. Hal ini berarti mereka harus membeli komoditi dagangan sebelum pasar dimulai. Tipe pedagang seperti ini disebut pedagang los atau pedagang lesehan.

Dari segi barang dagangan, pedagang di pasar-pasar ini dibedakan menjadi beberapa katagori, yaitu pedagang barang campuran, pedagang ikan, pedagang daging, pedagan sayur, dan pedagang rempah.

Pedagang barang campuran biasanya memperdagangkan barang-barang kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, hingga berbagai keperluan ibu-ibu rumah tangga. Pedagang ikan, daging, dan sayur biasanya menjual kebutuhan sesuai namanya. Sedangkan pedagang rempah atau dalam bahasa Manado disebut pedagang rampah-rampah campur menjual mulai dari rica, tomat, bawang, hingga bahan penyedap masakan.

Para pelanggan pasar tradisional Kota Manado biasanya datang pada pukul 05.00 pagi. Mereka bukan hanya penduduk Kota Manado saja, tetapi juga datang dari luar kota. Ada dua kategori pelanggan yang berbelanja di pasar-pasar tradisional Kota Manado, yaitu ibu-ibu rumah tangga dan pedagang eceran. Tipe pelanggan yang pertama membeli kebutuhan sehari-hari sedangkan tipe pelanggan kedua, adalah para pedagang yang membeli komoditi di pasar lalu kemudian di jual atau diolahnya menjadi masakan/makanan lalu di jual kembali,-

Oleh : Rafans.com,-

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Kota Manado dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.